Flexible displays are still the biggest challenge in foldable smartphones.
SmartPhone Lipat – Sebuah Simbol Status

SmartPhone Lipat – Sebuah Simbol Status

Masa depan yang cerah sudah dapat diprediksi untuk Smartphone lipat.



SmartPhone Lipat – Sebuah Simbol Status

Masa depan yang cerah sudah dapat diprediksi untuk Smartphone lipat. Huawei dan Samsung, dua manufatur Smartphone terbesar, akan mengeluarkan smartphone yang bisa dilipat ke pasaran. Konsep lipat tersebut masih beragam, dan masih belum jelas teknologi yang mana yang akan lebih unggul di pasaran. Para pengusaha manufaktur menghadapi tantangan khusus di bagian pengembangan, design dan produksi Smartphone lipat. 

Ukuran display smartphone klasik sudah mencapai titik tertinggi

Display dari smartphone klasik sudah berkembang secara terus menurus dalam beberapa tahun terakhir. Sementara, ukuran display smartphone klasik sudah mencapai titik tertingginya, dikarenakan ukuran dimensinya yang sangat besar membuat smartphone klasik menjadi berat dan membuat mereka sulit untuk ditaruh di celana atau kantung baju. Teknologi lipat akan menjadi salah satu solusi untuk dilema ini. Teknologi ini akan membuat display yang mirip dalam hal ukuran dengan tablet. Namun, pada saat dilipat, smartphone tidak akan lebih besar daripada model yang ada saat ini. Menurut pembelajaran, lebih dari 30% konsumen sudah membayangkan akan adanya smartphone lipat di masa yang akan dating. Menurut pembelajaran ini, pengguna sudah dapat melihat keuntungan sebagai berikut :

 

  • Tempat yang dibutuhkan lebih sedikit – device yang lebih praktis
  • Display yang lebih besar
  • Lebih kuat daripada smartphone traditional
  • Idel sebagai symbol status

 

Oleh karena itu para ahli memprediksi potensi yang besar untuk smartphone lipat di pasaran
 

Baca lebih lajut

Model Lipat yang Tersedia saat ini

Pada musim gugur 2018, Royole memperkenalkan Smartphone lipat pertama di dunia. Namun, hanya tersedia di China.

Mengikuti kesulitan dan keterlambatan di awal, Samsung dan Huawei meluncurkan Smartphone lipat di pasar global pada musim gugur 2019. Samsung meluncurkan Galaxy Fold. Huawei menawarkan Mate X. Design dan konsep teknologi dari kedua perangkat berbeda secara signifikan pada partnya. Kesamaan yang terdapat pada kedua model tersebut adalah harganya yang tinggi.

Baca lebih lajut

Perbedaan konsep teknis pada Smartphone lipat

Konsep teknis dari Samsung Galaxy Fold dan Huawei Mate X berbeda secara signifikan. Galaxy Folds terbuka menuju display dalam yang lebih lebar, sedangkan Mate X terbuka keluar. Konsep fungsional dari Galaxy Fold membutuhkan 2 display. Display luar digunakan ketika dalam kondisi terlipat dan display besar di bagian dalam untuk digunakan ketika tidak terlipat. Dengan konsep ini, ada jarak yang sangat jelas diantara 2 bagian yang terlipat, karena bagian display yang bisa dilipat tidak boleh menekuk terlalu banyak.

 

The Mate X memiliki fitur satu display besar yang bisa dilipat di bagian luar. Walaupun perangkat bisa dilipat tanpa jarak yang besar, display secara keseluruhan akan menjadi tidak terlalu terjaga dengan baik di kedua sisi bagian luar ketika dilipat. Masih harus dilihat lebih jauh lagi, teknologi yang mana yang akan menang dalan jangka waktu yang panjang.

Baca lebih lajut

Tantangan Khusus untuk Pabrik Smartphone Lipat

Masalah teknis dengan prototypes pertama dan beberapa penundaan peluncuran resmi untuk smartphone lipat di pasar official secara jelas membuat tantangan khusus bagi pengusaha pabrik. Sejumlah masalah harus diatasi selama masa pengembangan, design dan produksi perangkat, supaya bisa membuat smartphone lipat cocok dengan pasar umum. Tantangan terbesar adalah untuk mengembangkan display lipat yang mempunyai permukaan halus ketika tidak dilipat dan tidak rusak ketika dilipat ratusan kali. Film diatas display OLED harus kuat dan ikatannya harus tahan lama. Khususnya, display the Mate X, yang dilipat ke arah luar, harus sangat tahan terhadap semua pengaruh mekanis.


Tantangan lainnya adalah mekanisme dari pelipatan. Harus bekerja secara tepat, kuat dan tidak memiliki lubang sekecil apapun yang dapat dimasuki oleh kotran dan cairan ke dalam interior smartphone. Segel dari mekanisme tersebut harus pas, tahan lama atau dilem ke kasing dan harus bisa menahan pergerakan secara flexible.

 

Untuk tambahan terhadap tantangan khusus hardware, ada keperluan khusus untuk perangkat software. System operasi aplikasi smartphone harus bisa mendukung kegunaan perangkat baik pada saat dilipat maupun tidak dilipat dan perubahan secara cepat diantara kedua kondisi tersebut. Software harus bisa memastikan adanya transisi yang cerdas dan mulus dari display kecil ke display besar. Versi terbaru dari sistem operasi android (android 10) mendukung perangkat lipat. Provider dari jutaan aplikasi smartphone juga harus mengadaptasi aplikasi mereka untuk mendukung Smartphone Lipat.

Baca lebih lajut

Perkembangan apa yang dinantikan?

Smartphone lipat adalah inovasi besar pertama di dalam pasar smartphone dalam beberapa tahun. Selain Samsung dan Huawei, hampir semua pabrik sedang mengembangkan teknologi lipat dan hampir mengikuti kesuksesan atau masalah dengan pesaing mereka. Contohnya, Google sedang mengerjakan Pixel Smartphone dengan display lipat. Namun, contoh yang konkrit masih belum diumumkan.

Aplikasi paten terbaru dari Apple juga mengumumkan bahwa ada pekerjaan intensif sedang dilakukan pada Iphone yang bisa dilipat. Pabrikan seperti Royole, Lenovo, Oppo, Microsoft dan Xiaomi juga sedang aktif dalam sector ini. Contohnya, Microsoft sudah mengumumkan Surface Duo untuk 2020. Smartphone ini terdiri dari 2 display yang terbuka untuk membentuk display yang besar (meskipun dengan jarak yang cukup terlihat)

 

Walaupun masih ada tantangan teknis yang harus dihadapi, dan smartphone lipat saat ini merupakan produk Niche, hal ini sudah dapat diperkirakan bahwa Smartphone lipat akan memasuki pasar mainstream. Setidaknya mereka sudah menjadi sebuah simbol status. Untuk memastikan kesuksesan mereka berlanjut, harga harus turun dan masalah hardware atau software harus bisa dihilangkan. Namun, smartphone lipat tidak akan menandai berakhirnya aktifitas perkembangan. Contohnya, Samsung sudah melayangkan paten untuk display Mobile Phone yang bisa diputar. Menggunakan teknologi ini, mengembangkan smartphone dengan display yang bisa dengan mudah dicabut dari housingnya ketika dibutuhkan menjadi mungkin. Ini akan menjadikan penghematan ruang yang sangat besar dengan perangkat yang lebih kecil dan dengan display yang besar.

Jadi, masih harus dilihat seperti apakah tipikal bentuk smartphone dalam 5 sampai 10 tahun mendatang.

Baca lebih lajut

Downloads

Relatend content

Hubungi dengan Kami

Silakan hubungi kami untuk pertanyaan mengenai produk dan layanan kami.

Hubungi kami

+62 21 6667 2978